Entri Populer

Minggu, 30 Januari 2011

Cara Membuat Pupuk Bokasi

Pembuatan bokashi merupakan salah satu cara dalam mengangani limbah. Hal ini disebabkan bokashi dapat dibuat dari limbah pertanian. Salah satu contohnya adalah limbah log (media tanam) jamur. Pada saat panen jamur, media tanam ini akan dibuang begitu saja dan tidak dimanfaatkan kembali, maka kemudian dilakukan percobaan pembuatan bokashi dari limbah ini. Beberapa keunggulannya pada limbah ini adalah masih tersisa akar-akar dari tanaman jamur yang mengandung unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman, dapat diserap lebih baik, ramah lingkungan dan memperbaiki sifat fisik tanah.
Pupuk Bokashi ini pertama diperkenalkan oleh usaha home industry CV Cti Mandiri yang membudidayakan jamur tiram. Kemudian mereka berusaha untuk mendapatkan nilai tambah dari limbah log jamur. Limbah ini dibuat produk baru yang berguna bagi para petani. Dimana pembuatan pupuk bokashi ini cukup mudah. Limbah log jamur dicampurkan dengan kotoran ternak, dihancurkan. Kemudian dicampurkan dengan larutan EM4 + air hingga kadar air mencapai 40%-60%. Proses dilakukan dengan pengomposan. Prinsip pengomposan adalah menurunkan C/N ratio bahan organik hingga sama dengan C/N tanah (<20). Proses dekomposisi atau pengomposan berlangsung cepat yaitu pada kelembaban 40-60 persen dengan pH rendah yaitu 3-4.
Dari segi biaya, pupuk ini memiliki nilai jual yang baik dan lebih murah dibandingkan pupuk kimia. Karena materi yang digunakan berasal dari limbah, maka biaya bahan baku dapat ditekan, sehingga biaya produksi tidak besar. Harga pupuk bokashi ini rata-rata adalah Rp. 1000,00. Sedangkan harga pupuk kimia adalah sekitar Rp. 2000,00. Pupuk bokashi termasuk dalam pupuk alami, sehingga dapat diserap tanah dengan baik, dan dapat memperbaiki struktur tanah, walaupun hanya mengandung sedikit semua unsur hara yang dibutuhkan tanah. Pupuk alami ini juga dapat diterima oleh lingkungan dengan baik, karena terbuat dari alam. Pupuk kimia mengandung unsur hara yang tinggi, namun tergantung pada jenis unsur hara yang dibutuhkan. Pupuk ini dibuat oleh pabrik, pemakaian jangka panjang membuat lapisan keras tanah dan tidak dapat memperbaiki kerusakan fisik dan kimia tanah. Pupuk ini dapat merusak lingkungan karena terbuat dari bahan-bahan kimia.

TEKNIK PEMBUATAN PUPUK BOKASHI PADAT & CAIR

CARA MEMBUAT BOKASHI (untuk 1 ton)

A. Bokashi Padat

Bahan:
- Hijauan daun 200 kg (hijauan daun, sisa sayuran, jerami, sekam, dll)
- Pupuk kandang 750 kg (kotoran kambing, ayam, sapi, dll)
- Dedak/bekatul 50 kg
- EM-4 1 liter
- Larutan gula pasir, 1 kg per 10 liter air
- Air secukupnya

Tahapan Pembuatan:
1. Potong sampah basah (3-5 cm), kecuali jika menggunakan sekam
2. Campurkan Sampah basah – pupuk kandang – dedak/bekatul, hingga rata
3. Larutkan EM-4 + Air gula ke dalam 200 liter air.
4. Siramkan larutan secara perlahan secara merata ke dalam campuran sampah basah-kotoran-dedak. Lakukan hingga kandungan air di adonan mencapai 30 – 40 %. Tandanya, bila campuran dikepal, air tidak keluar dan bila kepalan dibuka, adonan tidak buyar.
5. Hamparkan adonan di atas lantai kering dengan ketebalan 15 – 20 cm, lalu tutup dengan karung goni atau terpal selama 5 – 7 hari.
6. Agar suhu adonan tidak terlalu panas akibat fermentasi yang terjadi, adonan diaduk setiap hari hingga suhu dapat dipertahankan pada kisaran 45 – 50 derajad Celsius.
7. Setelah satu minggu, pupuk bokashi siap digunakan.

Aplikasi:
Untuk tanaman tahunan semisal karet, coklat, dan lainnya, gunakan bokashi padat sebagai pupuk dasar. Dua kilogram bokashi diaduk dengan tanah lalu dibenamkan di lubang tanam.

B. Bokashi Cair (untuk 200 liter)

Bahan:
- Pupuk kandang 30 kg (kotoran kambing, ayam, sapi, dll)
- Hijauan daun (secukupnya)
- EM-4 1 liter
- Gula pasir 1 kg
- Terasi 1 kg
- Air bersih 200 liter
- Dapat pula ditambah 2 kg pupuk NPK untuk memperkaya nutrisi

Tahapan Pembuatan:
1. Pupuk kandang dihaluskan
2. Gula pasir – Terasi – EM-4 – NPK dilarutkan dalam air
3. Campuran pupuk kandang dan larutan gula dimasukkan ke dalam drum plastik kemudian ditambahkan air bersih hingga volumenya mencapai 200 liter.
4. Drum ditutup rapat. Setiap hari dibuka dan diaduk selama 15 menit.
5. Bokashi cair akan siap digunakan setelah 5 – 7 hari.

Aplikasi:
1 liter bokashi dicampur dengan 9 liter air bersih. Selanjutnya, siramkan pada tanah di sekitar tanaman atau disemprotkan pada daun sebanyak 0,25 – 1 liter tergantung jenis tumbuhan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar